DANA DESA MENGALIR KELANGSA BIMTEK ACEH TIMUR TUAI SOROTAN
Reporter:T.B KOPRAL
Langsa | Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Gampong se-Kabupaten Aceh Timur tahun 2025 menuai sorotan publik. Pasalnya, kegiatan yang menggunakan dana desa Aceh Timur tersebut justru digelar di luar wilayah kabupaten, tepatnya di Hotel Harmoni, Kota Langsa.
Bimtek yang berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (22–24 Oktober 2025), diselenggarakan oleh lembaga Global Edukasi Prospek (GEnPro). Setiap gampong di Aceh Timur mengirimkan dua peserta dengan biaya sebesar Rp10 juta per desa, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) atau dana desa.
Sejumlah pihak menilai pemindahan lokasi kegiatan ke Langsa tidak sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang tengah mendorong perputaran ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan daerah.
“Ini sangat tidak masuk akal. Dana kegiatan dari desa-desa di Aceh Timur, tapi acaranya malah di Langsa. Apa tidak ada lagi hotel di Aceh Timur? Ini jelas mengabaikan asas manfaat bagi daerah,” ujar salah satu peserta dengan nada kesal, Jumat (24/10).
Peserta lain juga mengaku kecewa atas pemindahan lokasi yang dinilai menyulitkan dan menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu di balik keputusan tersebut.
“Kami hanya petani, disuruh ikut Bimtek, tapi kok dibuat jauh-jauh ke Langsa. Kalau memang untuk pembinaan, kenapa tidak diadakan di Aceh Timur saja seperti sebelumnya?” ungkapnya.
Diketahui, pelaksanaan Bimtek gelombang pertama sebelumnya berlangsung di Hotel Royal Idi, Kabupaten Aceh Timur, dan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, untuk alasan yang belum dijelaskan, gelombang kedua dipindahkan ke Kota Langsa.
Selain menimbulkan kekecewaan peserta, pemindahan lokasi juga dinilai menghilangkan potensi ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Dengan kegiatan dilaksanakan di luar daerah, pelaku usaha seperti hotel, katering, dan transportasi di Aceh Timur tidak mendapatkan dampak ekonomi dari kegiatan yang dibiayai oleh uang rakyat sendiri.
Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Lembaga Penyelenggara GEnPro, Ruswandy, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp oleh media ini.