Aceh Timur | Dugaan penyimpangan bantuan dana dari Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp7,55 Miliar untuk masyarakat terdampak banjir di Aceh Timur semakin memanas. Aktivis HAM, Razali alias Nyakli Maop, menyoroti sikap diamnya pejabat terkait dan pembagian bantuan yang dinilai tidak manusiawi.
Nyakli Maop mengungkapkan bahwa dirinya telah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Peternakan Aceh Timur. Namun, upaya komunikasi baik melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon tidak mendapatkan respon sama sekali.
"Kami sudah mencoba menghubungi Kadis Peternakan Aceh Timur, namun beliau diam dan membisu sampai saat ini. Ketidakterbukaan informasi ini menimbulkan kecurigaan besar di tengah masyarakat," tegas Nyakli Maop.
Kekecewaan masyarakat memuncak ketika bantuan daging yang seharusnya melimpah ternyata hanya diterima dalam jumlah sangat kecil. Berdasarkan perhitungan kasar, anggaran Rp7,55 Miliar setara dengan 47.187 kg daging sapi. Jika dibagi rata ke 513 desa di Aceh Timur, setiap desa seharusnya mengelola sekitar 92 kg daging.
Namun fakta di lapangan berbicara lain.
"Bantuan daging sapi hanya dibagikan beberapa ons saja untuk masyarakat yang tertimpa banjir. Bahkan, tidak semua masyarakat mendapatkan daging 'meugang' bantuan Presiden tersebut, padahal anggaran yang diterima pemerintah sangat besar," ungkapnya dengan nada kecewa.
Kondisi ini dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat Aceh. Nyakli Maop mendesak agar Presiden Prabowo Subianto segera mengirimkan tim investigasi khusus ke Aceh Timur untuk mengaudit aliran dana bantuan tersebut.
"Aceh dikenal sebagai daerah Syariat dan Otonomi Khusus yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Sangat menyakitkan melihat oknum pemerintah menjadikan bantuan bencana sebagai lahan memperkaya diri dan kroni di saat rakyat sedang kesusahan," pungkasnya.

Social Header